kehatimesangatsuwi.org

kehatimesangatsuwi

Katalog / Fauna / Flora 

Pontederia carssipes

Mart.

 

Pontederiaceae
Nama
: Enceng gondok.
Deskripsi : Terna, mengapung, akar serabut, panjang; batang pendek; stolon kehijauan atau keunguan, panjang, pada ujung terdapat calon tunas baru. Daun meroset; tangkai daun hijau kekuningan atau kehijauan 10−40 cm, menggabus, biasanya banyak yang membengkak di bagian atas atau median; helai daun membulat, membundar telur melebar, atau mengetupat; mengulit, gundul, pertulangan sangat rapat; pangkal daun menjantung dangkal, membundar, atau membaji-melebar. Perbungaan tandan, berdaun gagang, spiral, kuntum bunga 7−15; tangkai bunga 35−45 cm. Perhiasan bunga 6-bagian, bewarna biru keunguan, mahkota semu, membundar telur sampai menjorong; bagian atas 1 lebih besat dengan bintik kuning di bagian tengahnya. Benang sari 6, 3 panjang dan 3 pendek; tangkai sari melengkung, berambut glandular. Putik heterostylik; kepala putik berambut glandular. Buah kapsul, bulat telur sungsang.
Ekologi : Persebaran alami di kawasan Amerika bagian Selatan. Terintroduksi dan ternaturalisasi sampai ke kawasan Malesia termasuk Indonesia. Pada umumnya tumbuh pada kawasan ekosistem perairan seperti sungai-sungai besar di Kalimantan, rawa, dan danau.
Kegunaan : Tumbuhan dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan. Referensi: Wu et al., 2000.

id_IDBahasa Indonesia
Status Undang - Undang
- Undang-undang No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi
Status Daftar Merah IUCN
International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau dalam bahasa Indonesia adalah Serikat Internasional Untuk Pelestarian Alam. Serikat ini mengambil keputusan untuk menentukan status konservasi suatu satwa atau tumbuhan. Kategori kriteria daftar merah IUCN saat ini meliputi extinct/punah (EX), extinct in the wild/punah di alam liar (EW), critically endangered/kritis (CR), endangered/genting (EN), vulnerable/rentan (VU), near threatened/hampir terancam (NT), least concern/berisiko rendah (LC), data deficient/informasi kurang (DD), dan not evaluated/belum dievaluasi (NE).
Status Daftar CITES
CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) atau dalam bahasa Indonesia adalah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah. Cites bertujuan untuk membatasi negara-negara melakukan perdagangan flora-fauna yang dilindungi atau karena jumlahnya sangat terbatas. Status CITES berupa appendix (lampiran) nomor I-III. Appendix I adalah daftar flora-fauna yang benar-benar tidak boleh diperdagangkan karena sudah terancam punah. Lalu Appendix II merupakan daftar flora dan fauna yang boleh diperdagangkan tetapi jumlahnya terbatas. Sementara appendix III adalah daftar flora dan fauna yang boleh diperdagangkan karena jumlahnya melimpah di suatu negara akan tetapi terbatas di negara lain.
Click Here
Status Endemik
Spesies endemik dapat didefinisikan sebagai spesies yang hidup secara alami dan eksklusif, serta sangat beradaptasi dengan wilayah geografis tertentu. Berdasarkan ukuran dan batasan wilayahnya. Status ini meliputi Endemik (E) dan Non Endemik (NE).
Click Here
Previous slide
Next slide

Geser untuk lanjut membaca